- Mengurangi resiko penyebaran penyakit-penyakit akibat gigitan nyamuk seperti demam berdarah, chikungunya, malaria dan kaki gajah karena jumlah genangan air juga berkurang
- Mengurangi volume sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga.
- Mengurangi masalah perkotaan yang ditimbulkan oleh sampah
- Mengurangi emisi gas pembentuk efek rumah kaca yang dihasilkan oleh tumpukan sampah di atas tanah.
- Tanah di sekitar LRB menjadi subur akibat aktivitas makhluk-makhluk hidup di dalam tanah.
dibangun sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi Ibu Bumi. Karena itu bukan disebut warung merah, meski berwarna merah. Warna merah merujuk pada kondisi Ibu Bumi yang nilainya merah karena sakitnya yang parah, demam tinggi, keracunan, dehidrasi dengan luka di sekujur tubuhnya.
Senin, 30 April 2012
Lubang Resapan Biopori, manfaatnya bagi ibu bumi
Pemeliharaan Lubang Resapan Biopori
Seperti yang dimuat dalam warta jemaat gki surya utama 29 april 2012
Mari membuat Lubang Resapan Biopori
Seperti yang dimual dalam warta jemaat gki surya utama 22 april 2012
Lubang Resapan Biopori.... apa kabarnya?
BIOPORI , sekedar mengingatkan lagi
Salah satu cara untuk meningkatkan daya serap tanah terhadap air adalah dengan menambah jumlah BIOPORI pada tanah. BIOPORI adalah lubang-lubang kecil pada tanah yang terbentuk oleh aktivitas makhluk hidup dalam tanah, seperti pengakaran pohon, cacing tanah, rayap, tikus, serangga, keong dan makhluk-makhluk kecil lain. Lubang-lubang ini akan terisi oleh udara dan menjadi tempat berlalunya air. Hal ini membuat tanah gembur dan meningkatkan daya serap tanah terhadap air. Makin banyak biopori, makin besar air yang dapat diserap tanah.
Jumlah BIOPORI dapat diperbanyak dengan menanam pohon-pohon di tanah (bukan di pot) terutama pohon-pohon besar yang berakar besar, dalam dan banyak. Sayangnya jumlah lahan terbuka sangat terbatas, terutama di kawasan perumahan. Seringkali penanaman pohon jenis ini di halaman rumah dihindari karena kekuatiran akan kerusakan struktur bangunan akibat penjalaran akarnya. Kalau pohon besar tidak memungkinkan, penanaman pohon tidak terlalu besar seperti pohon buah cangkokan atau pohon hias juga dapat meningkatkan jumlah BIOPORI.
Cara lain adalah dengan membuat Lubang Resapan Biopori pada permukaan tanah. Cara ini sangat sederhana, mudah dan tanpa resiko kerusakan struktur bangunan rumah.
Seperti yang dimuat dalam warta jemaat gki surya utama 8 april 2012
Minggu, 18 Desember 2011
Merayakan Natal sambil menjaga bumi
Ada banyak tradisi di sekitar Natal yang bukan hanya tidak ada kaitannya dengan Natal, tapi juga menimbulkan masalah bagi lingkungan. Ada tradisi-tradisi yang sulit dilepaskan, namun dapat dimodifikasi untuk mengurangi masalah bagi lingkungan dengan sedikit pengorbanan dan kreativitas. Beberapa tulisan sebelum ini menguraikan beberapa tradisi di sekitar Natal yang tetap dapat dilakukan namun dengan cara yang berbeda.
Mari menjadikan saat Natal sebagai penyemangat untuk menghijaukan bumi kembali. Natal di Indonesia selalu terjadi pada musim penghujan. Musim penghujan adalah waktu yang tepat untuk menanam. Daripada mengirim kartu Natal yang terbuat dari kayu, lebih baik menanam untuk menciptakan habitat dan lingkungan hidup yang layak diwariskan bagi anak-cucu. Jadikan pohon Natal dan dekorasinya sebagai alat penyatu manusia dengan makhluk ciptaan Allah lainnya. Jadikan Natal sebagai saat untuk memberi tidak hanya kepada sesama, tetapi juga kepada lingkungan hidup. Jadikan saat kumpul keluarga besar sebagai kesempatan besar untuk memulai tradisi tahunan yang baru. Tradisi yang tidak lagi memeras sumber daya alam, tapi mengembalikan segala yang telah diambil selama ini kepada bumi. Dengan langkah kecil di masa Natal ini, mari memasuki tahun mendatang dengan semangat mengurangi beban bagi Ibu Bumi.
Selamat Natal
Pesta Natal
Ada tradisi merayakan Natal di luar gereja yang biasanya berbentuk pesta. Hal yang selalu tersisa setelah pesta usai adalah sampah. Tanpa mengurangi makna silaturahmi yang terkandung di dalam tradisi ini, pesta dapat dipersiapkan dan dilaksanakan dengan cara yang lebih bersahabat kepada lingkungan dibandingkan tahun-tahun yang lalu.
Bila pesta Natal merupakan ajang kumpul keluarga besar, laksanakan di rumah yang memiliki jumlah anggota keluarga paling banyak. Atau pilih lokasi pesta di tengah-tengah sehingga masing-masing keluarga tidak perlu menempuh perjalanan jauh yang berarti menghemat penggunaan bahan bakar fosil. Bila pesta dilakukan di tempat lain, sedapat mungkin menggunakan kendaraan secara kolektif sehingga penggunaan bahan bakar fosil lebih efektif.
Kebutuhan pesta seperti minuman ringan atau cemilan sebaiknya dibeli dalam kemasan besar untuk mengurangi jumlah sampah kemasan. Sedapat mungkin beli sayur-mayur dan buah-buahan lokal untuk mengurangi jejak karbon yang ditimbulkan dalam transportasi. Produk impor telah menempuh perjalanan ribuan kilometer sebelum tiba di toko dan transportasi ini menyumbang gas rumah kaca dalam jumlah besar ke atmosfir.
Hindari alat-alat makan sekali pakai. Memang lebih praktis menggunakan piring, gelas, dan sendok garpu sekali pakai, apalagi dalam jumlah banyak. Tetapi jauh lebih ramah lingkungan bila Anda memakai jenis yang bisa dipakai ulang (piring beling, sendok garpu logam, dan lainnya). Untuk minuman, hindari penggunaan air minum dalam kemasan dan sebagai gantinya, sediakan gelas kaca atau melamin serta air dalam gallon atau wadah lain. Sediakan juga beberapa lap penyeka sebagai ganti kertas tisyu.
Meskipun jenis makanan tidak mempengaruhi makna Natal, seringkali daging mendominasi menu pesta Natal. Kurangi masakan daging, terutama daging sapi karena ternak ini menghasilkan gas metana yang lebih berpotensi membentuk gas rumah kaca dibandingkan karbondioksida. Bila ikan menjadi salah satu menu, hindari ikan yang hampir punah dan dilindungi serta ikan yang masih anak-anak. Hindari juga ikan berukuran sangat besar karena akan memutus rantai makanan teratas dalam siklus ekologi.
Pemilahan sampah dapat dilakukan pada saat pesta, tanpa perlu menunggu usai. Sediakan beberapa wadah untuk meletakkan berbagai jenis sampah di tempat yang mudah dilihat sehingga tamu mengetahui di mana harus meletakkan sampahnya. Tempat meletakkan sisa makanan yang tidak habis dan kulit buah dibedakan dengan tempat plastik pembungkus dan tempat kertas bekas.
Manfaatkan saat kumpul untuk menularkan virus “bersahabat dengan lingkungan”. Sertifikat atau pin “pesta tanpa sampah” bisa menjadi buah tangan yang menarik bagi para tamu anak-anak.
Hadiah Natal demi Ibu Bumi
Seperti yang akan dimuat dalam majalah Bethlehem terbitan GKI Surya Utama edisi 2011 (dengan sedikit perubahan)
Peristiwa Natal sering diartikan sebagai saatnya memberi, sehingga muncul tradisi memberikan hadiah Natal. Ada baiknya memikirkan kembali apakah kerabat yang selama ini ada dalam daftar penerima hadiah Natal Anda betul-betul membutuhkannya? Anak-anak tidak perlu dikeluarkan dari daftar, namun bentuk hadiah perlu dipertimbangkan. Sedapat mungkin hindari pemberian mainan yang menggunakan baterai, karena baterai nantinya akan menjadi sampah B3 (Bahan Berbahaya Beracun). Kalau baterai tetap diperlukan, gunakan baterai yang dapat diisi-listrik-ulang. Kerabat lain dan relasi umumnya tidak terlalu memerlukan hadiah Natal. Hadiah Natal lebih berfungsi sebagai penjaga tali silaturahmi. Karena itu dana hadiah Natal untuk kerabat dan relasi dapat dialihkan kepada partisipasi dana pada kegiatan pemeliharaan lingkungan hidup atas nama kerabat yang akan diberi hadiah.
Ada banyak kegiatan pemeliharaan lingkungan yang memerlukan keterlibatan masyarakat agar dapat berjalan langgeng, misalnya mengadopsi pohon, badak Jawa, elang, orang utan, terumbu karang, penyu. Atau menjadikan mereka sebagai suporter lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan seperti Jakarta Green Monster, WALHI, WWF, Green Peace atau yang lainnya. Pemberian alternatif seperti ini selain bermanfaat bagi lingkungan, juga merupakan cara mengajak kerabat Anda untuk mempedulikan lingkungan.
Bila Anda menganggap hadiah Natal tetap harus diberikan dan sampai kepada kerabat Anda, berikan hadiah yang menumbuhkan rasa cinta lingkungan, misalnya :
- bibit tanaman
- kue yang dikemas dalam lunch box yang dapat dipakai berulang kali
- keranjang Takakura atau komposter lain berikut petunjuk pemakaiannya
- kursus bertanam sayur organik
- tiket wisata menanam mangrove, mencangkok terumbu karang, menangkar penyu hijau atau wisata lingkungan lainnya
Hadiah-hadiah seperti ini sifatnya personal dan unik sehigga tak terlupakan oleh penerimanya. Selain itu, dapat diberikan tanpa menggunakan kertas pembungkus. Asal tahu saja, untuk menghasilkan 1 kg kertas pembungkus yang umumnya digunakan hanya 1 kali memerlukan 1,3 kg batubara dan prosesnya melepaskan 3,5 kg CO2 ke udara.
Bila Anda memutuskan tetap memberikan hadiah seperti tahun-tahun yang lalu, hindari
produk-produk impor karena untuk mendatangkannya harus menempuh ribuan kilometer dan memerlukan bahan bakar fosil untuk transportasinya. Selain itu, gunakan sesedikit mungkin pembungkus maupun pernak-pernik hiasan dari bahan sintetis. Pembungkus tidak harus terbuat dari kertas. Cobalah membuat pembungkus sendiri dari selendang, handuk, atau taplak meja yang dapat digunakan juga sehingga hadiah Natal tidak menyisakan sampah. Ada seni membungkus menggunakan kain yang disebut furoshiki. Seni furoshiki yang membungkus hadiah Natal akan menambah nilai pemberian Anda.
Kalau memang perlu membeli kertas pembungkus, gunakan kertas daur ulang dan hindari kertas berlapis metalik mengkilat atau kertas berlaminasi karena keduanya lebih sulit didaur ulang. Gunakan selotip sesedikit mungkin atau menggantinya dengan pita, dengan demikian kertas pembungkus dapat dibuka tanpa merusaknya sehingga dapat digunakan lagi. Sentuhan akhir dapat dibuat dengan bahan alami, misalnya daun pinus dan buah pinus kering.Bila Anda menerima hadiah, lepaskan pernak-pernik hiasan dan buka kertas pembungkusnya dengan hati-hati. Pernak-pernik dapat digunakan untuk dekorasi pohon natal atau rumah. Kertas pembungkus dapat digunakan lagi untuk membungkus hadiah yang lebih kecil, menyampul buku atau kertas catatan di samping telepon. Bila hadiah yang Anda terima ternyata tidak Anda perlukan, sumbangkan kepada orang lain yang lebih memerlukannya.
NB :
Jakarta Green Monster (JGM) merupakan perkumpulan relawan lahan basah Jakarta yang mulai beraktifitas di Suaka Margasatwa Muara Angke sejak tahun 2005. Kegiatan JGM difokuskan pada usaha perlindungan lahan basah yang masih dimiliki Jakarta dengan melibatkan seluruh warga Jakarta dan stakeholder terkait, seperti sektor swasta sampai institusi pemerintah. Kegiatan yang dilakukan antara lain pendidikan lingkungan, kampanye lingkungan, riset monitoring dan pendampingan masyarakat.
WWF (World Wild-life Fund) adalah organisasi yang memperjuangkan perlindungan satwa dunia yang memiliki perwakilan di Indonesia. Telp 021-5761 076 (pada hari dan jam kerja) atau e-mail contactcenter@wwf.or.id
WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) adalah organisasi lingkungan hidup yang independen, non-profit dan terbesar di Indonesia. Berkantor di Jl. Tegalparang Utara 14, Mampang-Jakarta Selatan 12790. Telp 021 7919 3363/7941 673
Green Peace adalah organisasi yang berjuang untuk mempersaksikan dan menyelmaatkan kerusakan lingkungan melalui konfrontasi tanpa kekerasan. Perjuangan dapat terus berlansung dengan dukungan dana dari masyarakat secara perorangan. Organisasi ini bergerak secara independen, tidak untuk kepentingan politik atau komersial pihak tertentu.
BEBERAPA PROGRAM ADOPSI SATWA DAN POHON DI INDONESIA
Rhino Care diselenggarakan oleh WWF bagi badak bercula satu. Donasi dapat diberikan secara berkelanjutan (Nature Guardian) atau satu kali (Sahabat Satwa & WWF Ranger). Kontak email gift4earth@wwf.or.id
Adopsi pohon merupakan usaha memperluas kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Adopsi 1 buah pohon dengan masa pemeliharaan 3 tahun dapat diberikan senilai Rp 108.000. Adopsi dapat dilakukan secara kolektif melalui 89,2 FM Green Radio yang beralamat di Jl. Utan Kayu No. 68H Jakarta Timur 13120. Tlp. 021-8573388. Adopsi dalam jumlah besar (400 pohon untuk lahan 3 hektar) melalui Conservation International Indonesia. (CP : Agus Sriyanto 0813 1095 9904, 021-7883 8624, email : asriyanto@conservation.org atau Anton Ario 0812 9363 308, 0251-224 963, email : aario@conservation.org
Suaka Elang di Taman Nasional Halimun-Salak. Orang Tua asuh akan mendapatkan laporan perkembangan elang yang di adopsi setiap 3 bulan sekali. Suaka Elang berkantor di Komplek Gedung PHKA Bogor Jl. Ir. H. Djuanda No. 15 Lt.2/55 Bogor 16001Jawa Barat- Indonesia. Email info@suakaelang.org
Adopsi orang utan merupakan program The Borneo Orangutan Survival (BOS)Foundation. Adopter akan mendapatkan sertifikat adopsi, foto orangutan yang diadopsi, cerita latar belakang orangutan yang diadopsi dan laporan perkembangan minimal 6 bulan sekali. Kontak email : bosfundraising@orangutan.or.id
Adopsi terumbu karang diprakarsai oleh WWF. Donasi dapat diberikan melalui http://mycoraltriangle.wwf.or.id/coralweb/ dan donatur dapat menentukan sendiri lokasi terumbu karang yang akan diadopsi. Dana yang terkumpul akan dipakai untuk membiayai konservasi di kawasan Coral Triangle tersebut yang meliputi enam negara, yakni Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Pulau Solomon, dan Timor Leste. Selain itu, masih banyak lembaga-lembaga lokal yang memfasilitasi adopsi terumbu karang.