Rabu, 19 Oktober 2011

Sampah tisyu

Tisu adalah salah satu jenis sampah yang tidak disediakan tempatnya di gereja selama Aksi Sampah untuk Paska, karena memang sulit untuk menggolongkannya dan tidak ada pemulung yang mau mendaur-ulangnya. Tisu hampir selalu hadir dalam setiap kegiatan menyeka saat ini karena dianggap murah, higienis dan praktis. Karena murah dan praktis, banyak yang meninggalkan saputangan, handuk dan lap yang sama higienisnya yang telah digunakan jauh sebelum tisu dibuat. Semuanya dapat berulang kali dicuci dan dipakai ulang tanpa perlu meninggalkan jejak karbon terlalu banyak.

Aktivitas manusia yang memerlukan penyeka pada masa kini tidak berbeda jauh dibandingkan pada masa lalu. Hampir tidak ada fungsi tisu yang tidak bisa digantikan oleh saputangan, handuk dan lap. Mengingat pengorbanan yang ditanggung oleh bumi demi pembuatan tisu dan pengolahan sampah tisu bekas pakai, mengapa tidak kembali saja menggunakan saputangan, handuk dan lap? Mengganti tisu dengan saputangan, handuk dan lap berarti meniadakan sampah penyeka.

pernah dimuat dalam warta jemaat gki surya utama
go green Indonesia!

Perlakuan Terhadap Keresek yang Kadung Dimiliki

Jujur, tulisan bagus ini bukan karyaku. Tulisan aslinya ada di sini, di salin dengan seijin pemiliknya.

Merujuk pada ilmu taksonomi, keresek (plastic bag) diklarifikasikan ke dalam spesies “Plastik” yang sudah berkembang biak sekitar 50 tahun silam, dan sekitar 1 juta kantong plastik per menit lahir. Spesies ini mempunyai habitat yang luas juga mampu beradaptasi di segala daerah, hal itu dapat dibuktikan ketika pulang pergi sekolah tiap hari saya selalu melihat mereka sedang berenang-renang menyusur sungai Citarum, wow! Satu lagi kehebatannya, mereka bisa bertahan hidup sampe 100-500 tahun, wow! tanpa makan dan minum pula loh!

Subhanallah, sungguh besar ciptaan-Mu! huss, plastik itu buatan manusia, dibikin dari ampas minyak bumi. Meski si plastik ini bermanfaat tapi namanya juga buatan manusia, pasti lah tidak sempurna, bahkan mungkin merugikan. Uni Emirat Arab aja meng-“haram”-kan penggunaanya karena saking sayangnya pada lingkungan.

Eh tapi kenapa sampe diberi label haram gitu kan kasihan tu?!

Coba cermati fakta berikut

Rata-rata timbunan sampah Kota Bandung adalah 7.500 m3 atau 2.000 ribu ton per hari, dimana setiap orang di Bandung menyumbang sekitar 2,5 liter sampah per hari.

Menurut anggota Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) Sobirin Supardiyono, jika komposisi sampah plastik rata-rata 5% dari jumlah itu, setiap hari Bandung mengahsilkan 100 ton sampah plastik. Dengan asumsi ukuran satu kantong plastik 50 x 40 cm dan berat 10 gram, maka sampah plastik di Kota Bandung setara dengan 200 lapangan sepakbola perharinya.

Wow! Tapi kenapa yg dijadiin sampelnya Bandung, pertama saya tinggal disana dan kedua Cuma data ini yang saya temukan, zehaha. Tapi bukan Bandung-nya yang harus dipermasalahkan, sebab hal ini juga hampir dialami kota-kota lainnya. Sampah plastik bertebaran di jalan, trotoar, tong sampah –pasti lah!-, dan menutupi saluran air. Dan jika musim penghujan datang, sudah bisa dipastikan air akan turun dari langit, ya iya lah! Banjir pun menerjang.

Keresek juga terbuat dari polychlorinated biphenyl (PCB) yang punya struktur mirip DDT dalam peptisida, racun tuh! Sesuatu yang berasal dari keburukan pasti kesananya juga akan buruk. Kalau jatuh ke tanah, ekosistem tanahnya akan hancur, kalau jatuh ke air pasti akan kebawa arus tu, zehaha. SAMPAH=RACUN!!!

Jadi kurangilah penggunaan keresek, kalau bisa sih dihentikan kan masih banyak alternatif lainnya, seperti langsung pake tas belanja, atau “keresek ramah lingkungan” bisa juga dicoba tuh. Namun kalau kadung sudah punya keresek, ga apa-apa lah namanya juga khilaf.

Ini beberapa tips yang bisa kita lakukan pada keresek yang sudah dimiliki

JANGAN DIBUANG apalagi kalau dibuangnya sembarangan, ke kepala orang lagi. Jangan juga coba-coba untuk membakar tu keresek, malah bikin masalah lainnya, POLUSI!

SIMPAN baik-baik keresek yang sudah didapat. Usahakan simpan di tempat aman dan tidak lembab, jauhkan dari jangkauan anak-anak, zehaha. Selalu simpan di tas jika mau bepergian, jadi kita bisa menolak penjual yang memberi keresek.

RAWAT seperti mengurus anak. Kalau bisa mandikan dalam air hangat suam-suam kaki, jangan lupa jemur di bawah pancaran matahari pagi, pasti sobat tahu kan berjemur pagi itu sehat.

GUNAKAN KEMBALI pada saat ingin digunakan. Tapi pake buat apa? Banyak hal yang bisa kita lakukan dengan kantong keresek, yang paling utama pasti buat wadah barang. Terus keresek juga bisa digunakan sebagai hiasan dinding, alas kaki jika ada banjir, pelindung kepala dari hujan, alas buat pijakan standar motor

WARISKAN pada generasi penerus kita, kan keresek itu terbuat dari bahan yang sulit terurai, jadi tidak mungkin rusak dalam 1-2 minggu aja. Perlu waktu yang lama sampai akhirnya sebuah keresek bisa lenyap dari muka bumi.

Lebih baik tidak menerima keresek! meski kresek itu dapetnya mudah malah dikasih cuma-cuma sama penjualnya, coba pikirin mana ada zaman sekarang yang gratis. Air, udara, tanah, dan tentunya bumi tercinta ini pemberian gratis juga dari Allah, mau semua itu jadi berbayar?! Coba pikir-pikir lagi sebelum menerima keresek.

Pasti yang baca posting ini merupakan orang-orang pinter, jadi diharapkan bisa membedakan mana tulisan bermanfaat dan tulisan ngaco. Semoga bermanfaat!
go green Indonesia!

Sampah organik dan biopori

Beberapa tahun yang lalu di jemaat GKI Surya Utama pernah diperkenalkan istilah biopori. Kemudian ada beberapa bor tanah yang diedarkan untuk membuat lubang resapan biopori di halaman-halaman rumah. Setelah sekian tahun, apakah lubang-lubang ini masih terpelihara?

BIOPORI adalah lubang-lubang kecil pada tanah yang terbentuk oleh aktivitas makhluk hidup dalam tanah, seperti pengakaran pohon, cacing tanah, rayap dan makhluk mikro lain. Lubang-lubang ini akan terisi oleh udara dan menjadi tempat berlalunya air. Hal ini membuat tanah subur dan dapat menyerap air. Jumlah biopori dapat ditingkatkan dengan membuat Lubang Resapan Biopori (LRB) dari permukaan tanah. LRB harus diaktifkan dengan memasukkan sampah organik ke dalamnya. Sampah ini menjadi makanan bagi makhluk-makhluk dalam tanah sehingga tetap hidup. Dengan aktifnya makhluk hidup dalam tanah di sekitar LRB, jumlah biopori akan meningkat terus. Dengan demikian LRB dan biopori bersama-sama akan meningkatkan daya serap tanah terhadap air. Sampah yang dimasukkan ke LRB setelah beberapa waktu akan menyusut karena proses pembusukan. Bila tidak diisi lagi, kehidupan di dalamnya juga akan lenyap, akibatnya pembentukan biopori juga akan berhenti. Karena itu LRB harus selalu diisi.

Dalam Aksi Sampah untuk Paska, gereja tidak mengumpulkan sampah organik karena tempatnya ada di LRB-LRB yang sudah dibuat beberapa tahun yang lalu. Mari menghidupkan kembali LRB-LRB di halaman  rumah kita.

pernah dimuat dalam warta jemaat gki surya utama
go green Indonesia!

Diet rendah karbon 3

Diet rendah karbon dapat dilakukan di dapur. Berikut ini adalah fakta tentang jejak karbon di dapur :
  • Makin rumit proses pemasakan, makin besar jejak karbon yang kita tinggalkan. 
  • Memasak dalam jumlah banyak sekaligus menggunakan bahan bakar yang tidak berbeda jauh dibanding memasak dalam jumlah sedikit.
  • Makin jauh lokasi pertanian, perkebunan dan peternakan asal bahan mentah makanan dari tempat kita tinggal, makin besar jejak karbon akibat pengangkutan yang menggunakan bahan bakar fosil. 
  • Pertanian memerlukan pupuk yang diproduksi oleh pabrik yang berada di tempat yang jauh juga. Lagi-lagi, diperlukan bahan bakar fosil untuk mengoperasikan pabrik pupuk dan mengangkut pupuk ke lokasi pertanian. 
  • Pertanian organik tidak tergantung pada keberadaan pabrik pupuk sintetis, sehingga jejak karbonnya rendah.
 
Tips :
  1. Kurangi masakan yang memerlukan proses pemasakan panjang 
  2. Bila hanya diperlukan porsi kecil, lebih baik membeli makanan matang daripada memasak 
  3. Pilihlah sumber protein daging yang tidak memerlukan proses pemasakan terlalu lama 
  4. Pilihlah beras, sayur dan buah lokal 
  5. Pilihlah beras, sayur dan buah organik 
  6. Gunakan halaman rumah untuk menanam sayur dan pohon buah-buahan 
 pernah dimuat dalam warta jemaat gki surya utama

 go green Indonesia!

Diet rendah karbon 2

Hingga saat ini, seluruh kendaraan bermotor di Indonesia masih menggunakan bahan bakar fosil sebagai sumber energi. Jumlah penumpang yang dapat diangkut oleh sebuah bis adalah 72 orang. Jumlah penumpang yang sama memerlukan 60 buah sepeda motor atau 40 buah mobil. Bila emisi yang dihasilkan untuk menempuh 1 kilometer perjalanan diperbandingkan, penumpang mobil memiliki jejak karbon yang paling tinggi.

Pertimbangkan lebih dahulu rencana bepergian untuk menentukan perlu tidaknya membawa kendaraan bermotor. Ada pilihan-pilihan sarana transportasi lain selain membawa sendiri kendaraan bermotor. Kalau jarak yang akan ditempuh tidak terlalu jauh , tidak perlu berkendaraan. Pergi ke pasar atau toko dekat rumah, dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau bersepeda. Untuk menempuh jarak jauh, selain sepeda yang sekarang mulai populer, angkutan massal juga bisa menjadi pilihan. Pilihan lain adalah nebeng. Jumlah emisi yang dikeluarkan oleh mobil berpenumpang satu adalah sama dengan berpenumpang 4 atau 6. Nebeng bukanlah hal yang memalukan, tapi gaya hidup bersahabat dengan lingkungan.

pernah dimuat dalam warta jemaat gki surya utama
go green Indonesia!

Diet rendah karbon 1

Sudah banyak orang mengenal istilah diet rendah kalori, diet rendah lemak , diet rendah gula maupun diet tinggi serat dan menjadikannya sebagai gaya hidup sehatnya. Semuanya merujuk pada pola makan sehat untuk menghindari penyakit-penyakit degeneratif. Bagaimana dengan diet rendah karbon?

Yang dihitung dalam diet rendah karbon adalah emisi gas rumah kaca yang kita hasilkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian besar pembentuk gas rumah kaca yang menyebabkan peningkatan suhu permukaan bumi saat ini adalah senyawa yang mengandung karbon. Karbon dihasilkan oleh semua proses yang menggunakan bahan bakar fosil, yaitu bensin, solar, batubara, elpiji.

Diet rendah karbon diantaranya dapat dilakukan dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dan listrik yang diproduksi dengan menggunakan bahan bakar fosil. Diet rendah karbon adalah usaha mengurangi jejak karbon kita di bumi ini agar masih layak diwariskan kepada anak-cucu. Menjadikan diet rendah karbon sebagai gaya hidup merupakan wujud tanggung jawab dan kepedulian kepada kehidupan anak-cucu di masa yang akan datang.

pernah dimuat dalam warta jemaat gki surya utama
go green Indonesia!

Udara kotor juga sampah

Sampah adalah sesuatu yang dibuang karena sudah tidak dipakai lagi, tidak hanya terbatas pada sisa sayur, kulit buah,rumput, daun kering, ranting,daging, tulang, sisa-sisa makanan, plastik, kertas,kaca, kaleng, kain, atau logam saja. Sampah juga meliputi limbah air, wc dan udara.

Di Jakarta, asap kendaraan bermotor, roda empat atau roda dua, menyumbangkan 80 persen limbah udara di Jakarta, sisanya berasal dari industri. Pembuangan sampah ke udara dapat dikurangi dengan mengurangi emisi kendaraan bermotor dan menghemat bahan bakar fosil. Kalau mengendarai mobil pribadi tidak bisa dihindari, pembuangan sampah ke udara dapat dilakukan dengan meninggalkan kebiasaan menyalakan mesin mobil tanpa menjalankan mobil. Kebiasaan ini membuang bahan bakar fosil dengan sia-sia.

Ada 2 bentuk kebiasaan membuang sampah ke udara yang mungkin dilakukan secara tidak sadar, yaitu
  1. Memanaskan mobil setiap pagi sebelum dipakai. Mesin memang harus berputar perlahan pada saat baru digerakkan. Hal ini dapat dilakukan sambil menjalankan mobil perlahan-lahan dahulu dan sedikit demi sedikit dinaikkan putarannya. 
  2. Menyalakan mesin mobil saat parkir demi mendapatkan kesegaran udara dingin AC mobil. Hal ini dapat diperloleh dengan membuka jendela bila mobil diparkir di bawah pohon rindang, atau meninggalkan mobil dalam keadaan mati dan masuk ke dalam gedung yang ber-AC. 

Mari mengurangi peran-serta kita dalam menumpuk sampah udara.

pernah dimuat dalam warta jemaat gki surya utama
go green Indonesia!